Home > Anti Biasa > Dikelabui Pengelabu

Dikelabui Pengelabu

K

alau kombinasi kata seperti: dibohongi pembohong, dicuri pencuri, diburu pemburu, ditulis penulis, dibaca pembaca, dibeli pembeli, dibantu pembantu dll mungkin biasa kita temui. Tapi kalau dikelabui pengelabu mungkin seumur2 baru sampeyan dengar di sini.

Saking ndak umumnya, sayapun ragu, benarkah susunan kata yang saya jadikan judul itu?. Jangan2 malah salah. Kalaulah salah, anggaplah itu kata kiasan, biar susah untuk diperdebatkan.

Dikelabui Pengelabu saya maksudkan sebagai dibohongi pembohong atau dikibuli tukang kibul atau ditipu penipu. Sengaja saya gunakan istilah itu biar ndak terlalu vulgar aja. Kalau ditipu penipu atau dibohongi pembohong terkesan memvonis. Tapi kalau dikelabui pengelabu kan agak abu2 sehingga diharapkan yang merasa tersinggung bisa diminimalisir.

Setiap kita hampir pasti pernah kena kibul, pernah ketipu, atau malah pernah nipu, paling tidak pernah bohonglah… (kerana ini bukan forum pengadilan, maka saya ndak butuh pengakuan).
Kembali ke judul, terlalu banyak hal di sekitar kita yang disadari atau tidak, kita telah masuk dalam jaring2 pengelabuan, pemalsuan, penipuan.

Lihatlah…
Obat nyamuk spray, knapa musti diberi aroma apel, orange dll yang kalau disedot enak sekali?. Bagi kita yang dewasa mungkin tau, tapi bagi anak balita?. Apa ndak malah disedot lebih dalam?. Lalu macam2 snack tanpa kontrol yang dijajakan di TK dan SD. Ada yang rasa udang, rasa jagung bakar, rasa kentang goreng, rasa susu, rasa kelapa muda… Benarkah itu dari bahan yang sebenarnya?. Kita semua tau, itu adalah zat kimia, itu adalah semi racun. Kitapun tau, pemakaian dalam jangka panjang, akan menyebabkan kelemahan otak dan organ vital lainnya.

Yang lainnya?
Wah, jentrek2 kalau disebutkan. Mulai dari daging sapi infusan, kakap merah cat2an, telur ayam kampung jadi2an, dari pemalsuan terang2an seperti aslinya sampai merk yang dipleset2kan.

Dari pengalaman terkelabui, adakah yang paling berkesan buat sampeyan?

Photobucket

Categories: Anti Biasa
  1. SJ
    7 January, 2009 at 1:05 am

    apapun demi suksenya penjualan, pak. ada istilah teman saya buat orang pemasaran itu, “sampah pun bakal dibungkus rapi, lalu dijual.”

    @ Mas SJ:
    Kucing2 dipupuri, wedhus2 diraupi, yang penting madolke…

  2. 7 January, 2009 at 1:18 am

    kondom rasa apel…
    tapiketika saya tanya sparing partner saya: “penak”, jawabnya
    rugi aku mosok apel rasanya “penak”….walah…penak tenaan…

    @ Mas Ananto:
    Kalau ini sich bukan ketipu tapi malah dapat bonus!

  3. 7 January, 2009 at 1:19 am

    Tentu saja ada yaitu ketika saya membeli sebuah webcam di mangga dua. Di Dusnya tertera resolution 1.2 MP. Tentu saya senang. karena resolusi spt inilah yang saya butuhkan. Apalagi dengan harga cuma 100rb. Tapi apa lacur ketika saya pasang di pc saya dirumah, gambarnya burem sekali, nyaris tidak terlihat. Udah disetting sana sini, tapi hasilnya tetap sajah mengecekan. Setelah diteliti, ternyata resolusinya cuma sekelas VGA (berkisar 300px gitu)
    Tanpa ampun dan tanpa mau membuang waktu dan tenaga, akhirnya webcam itu tak injek2… daripada pusing… hari ini saya telah kena tipu tulisan dikardusnya…. Jadi benarlah pepatah bijak mengatakan ‘TELITI SEBELUM MEMBELI” (termasuk membeli xxx ga ya? )🙂

    @ Om Khay:
    Semoga saya tidak mengalami hal yang sama, kerana saya ndak pernah ke Mangga Dua dan belum berencana beli webcam

  4. 7 January, 2009 at 1:38 am

    orang2 yang sering mengelabui itu kayaknya perlu dilabuh di lautan luass… biar ndak kembali ke Indonesia.

    Saya paling terkesan itu dikelabui penjual rambutan rapiah… yg trenyata rambutan agak kecil biasa yg dicukurr. Asemm.

    @ Mas Abdee:
    Mas Abdee mau melabuh saya di pelabuhan ya…

  5. 7 January, 2009 at 1:41 am

    Tetangga saya pernah beli kain yg katanya dari Arab. Di bungkusnya ada tulisan “Dijamin tidak luntur”.

    Setelah dicuci tnyata warnanya hilang, sehingga komplain ke penjualnya. Kata penjual:
    “Kan ini kain dari Arab, jadi baca labelnya dari kanan”

    @ Pencerah:
    “Memalingkan muka” Bahasa Arabnya “memukakan maling?”

  6. 7 January, 2009 at 6:56 am

    sampeyan lebih pinter dari guru bahasa indonesia

    @ Mas Endar:
    Guru Bahasa Indonesia bingung dengan kalimat yang saya tulis Mas…

  7. 7 January, 2009 at 7:15 am

    Lima komentator pertama sepertinya tidak sedang berada di Indonesia, karena dari jam saat beri komentar menunjukkan angka 1 lewat tengah malam, ketika orang di wilayah Indonesia pada tidur.
    Kemungkinan kedua, beliau2 itu nyambi jadi penjaga malam

  8. 7 January, 2009 at 7:18 am

    Dikelabui sering, mengelabui juga sering

  9. 7 January, 2009 at 7:45 am

    pertanyaannya adalah..
    mereka yang pinter ato kita yang kurang pinter sehingga mudah dikelabui?

    @ Mas Aprie:
    Pengelabu kan nyari orang yang kurang pinter, atau orang yang tak punya pilihan. Rata2 pembeli kita cari murahnya tanpa perhatikan mutunya

  10. 7 January, 2009 at 8:41 am

    beli tanaman kembang karena jatuh cintrong sama kembangnya, sampe rumah baru tau kembangnya hanya tuncepan saja! Begitu teganya kau, mengelabuiku yang selalu berprasangka baik ini! huh banget!

    @ Mbak Erna:
    Saya pernah ketipu yang begituan…
    Makasih kunjungannya, sukses buat ulinulan!

  11. 7 January, 2009 at 1:46 pm

    Permainan kata – kata dalam marketing mungkin itu ya hehehe….

    @ – s L i K e R s -:
    Mungkin iya Mas, saya malah ndak paham marketing.
    Makasih kunjungannya. Sukses buat – s L i K e R s –

  12. 7 January, 2009 at 2:47 pm

    Perlu waspada untuk banyak hal di zaman yang serba menipu ini pak Mar

    @ Mas Sholeh:
    Iya Mas. Kata Wong Jowo, kita harus eling lan waspodo

  13. 7 January, 2009 at 2:50 pm

    Perlu ekstra waspada pak hidup di zaman yang dikelilingi penipu, yang terpenting sesama penipu dilarang menipu

    @ Mas Sholeh:
    Semoga Erlangga Group ndak seperti itu dan tetap menjaga citranya… Sukses buat Mas Sholeh.

  14. 7 January, 2009 at 4:22 pm

    Gimana kalau mulai sekarang kita “mengelabui pengelabu” saja supaya mereka kapok, ya pak? Jangan mau dikelabui pengelabu terus dooong😀

    Wah, hebat, blog baru pak Mars dah PR1.. selamat.. selamat!

    @ Miss G.a.i.a yang gaya:
    Selamat atas aktifnya kembali blog Taman Hati…
    Makasih dukungannya.

  15. 7 January, 2009 at 5:49 pm

    sering pak kalo dikelabui angka-angka

    kecepatan speed IDM saya kadang buat terlena😀

    @ membleaje:
    Kayaknya ndak ada orang yang tak pernah kena kelabu…
    Sukses buat Membleaje. Blognya kok jarang diupdate knapa Mbak?

  16. 7 January, 2009 at 6:57 pm

    saya terkelabui judul artikel ini😀

    @ denologis:
    Komentarnya ngelabui apa enggak ya?

  17. 7 January, 2009 at 8:01 pm

    dikelabui mana bisa berkesan pak, sebel iya. Nah yang bikin sebel tuh waktu beli pompa air di gldk elektronik harganya 385 rb, lha kok waktu main ke depo harganya cuman 285 rb. hmm.. kena dah saya dikelabui

    @ mascayo:
    Kesan kan bisa enak bisa ndak enak to Mas…

  18. 7 January, 2009 at 9:35 pm

    ga pernah berkesan kalo dah di kelabui mah … yg ada kesel ,,. hehe

    @ Mas aRai:
    Kesel adalah salah satu bentuk kesan…
    Itu menurut saya.

  19. 7 January, 2009 at 11:31 pm

    dikelabui pengelabu di dalam bui pada malam kelabu ketika pakai baju abu-abu

    @ Kyai Slamet:
    Wah, sak suwene tambah momongan malih lincah ngotak-atik kata.

  20. 8 January, 2009 at 6:11 am

    kita harus mengkelabuhi bayi kita supaya tidak digigit nyamuk…🙂

    @ Mas Alifahru:
    Aku wis rak nduwe bayek Mas…

  21. ono
    8 January, 2009 at 6:59 am

    Ternyata ada dua “onoloro” kata pijakan, dibohongi pembohong, yang mengesankan memvonis. Baru menyadari kalau dua kata itu lebih mempengaruhi dari pada satu kata, seperti ono loro dibanding ono.

    @ Mas Ono:
    Ono akeh mas, onoloro, onopitoe dan ono ono…

  22. 8 January, 2009 at 7:20 am

    Pernah beli es duren di erlangga, masak kita makannya siomay seporsi Rp 10 ribu, minum es durennya 18 ribu… porsi es durennya porsi raksasa..!! hehehe.. menyuruh beli secara paksa ya pak…

    well, pak mar sih bisa aja kalo nulis postingan, enak dibaca dan perlu!!

    @ dr. Andi:
    Bisa dibagi dua buat saya itu dok. besok lagi kalau mau ke Erlangga nfajak saya, nanti beli es duren 1 tapi mangkoknya 2

  23. 8 January, 2009 at 7:50 am

    lho pak mar, jadi blog lama sudah enggak diupdate ya? jadinya pindah ke sini terus pak?

    @ dr. Andi:
    Sementara di sini dok. Di blog lama saya agak repot kalau mau ngrespon komentar yang masuk. Tapi sekali2 ya tetep saya update dok, kalau waktunya nyandak.

  24. 8 January, 2009 at 11:35 am

    yang penting jangan sampe obat nyamuk rasa duren ntar semua pada mabok termasuk manusianya hehehe

    @ omiyan:
    Tentang obat nyamuk, kalau rasa kayaknya belum Om, tapi kalau aroma sudah banyak yang wangi

  25. 8 January, 2009 at 1:03 pm

    ada pengalaman saya saat dikelabui penjual jeruk kecil di daerah sidoarjo menuju mojokerto. Kami beli jeruknya 3 kilo yang diikat per kilo. Ternyata sama ibu waktu ditimbang ulang di rumah berat per ikatnya gak nyampe 1 kg. wuih…

    @ Mas Phery:
    Betul sekali Mas, kalau bangsa di penjual buah atau penjual di keramaian, timbangannya payah

  26. bob
    8 January, 2009 at 3:18 pm

    saya paling kesel dikelabui “keyword ngaco” Mas..

    disaat saya butuh nyari suatu info penting di google tapi malah nyasar ke website/blog pengelabu keyword🙂

    @ Om Bobby:
    dengan kebebasan di Google, kadang memang rancu mana yang penting mana yang ngacau.
    Sukses buat bobworkshopnya.

  27. 8 January, 2009 at 8:23 pm

    @bob
    mas saya sukses ngelabui orang, nyari gambar payudara yg mesum2 kesasar ke blog saya di postingan tentang kanker payudara.. cek kapok wes….

    @ pakdejack:
    Jangan2 yang kesasar itu malah saya Mas…

  28. 9 January, 2009 at 12:03 am

    sip pakdhe saya pengelabu tapi juga di kelabuin
    wah lak repot toh tuakng nipu jeh ketipu hahaha

    @ Mas Totok:
    Keadilan ndonya Mas. Ono sing ngapusi, ono sing diapusi, ono sing ngapusi yo diapusi, ono sing rak tau ngapusi tapi tetep kapusan.

  29. 9 January, 2009 at 12:35 am

    Saya nggak pernah mengelabuhi lho. Saya kan masih imut-imut.🙂

    @ Mas Ariawan:
    Semoga selalu begitu, dan semoga pula tak pernah dibohongi

  30. 9 January, 2009 at 8:17 pm

    seperti susu yg mengandung melamine itu. dibilang susu sehat utk bayi, eh, malah mencelakakan kesehatan orok. soal urusan tertipu ini ntar saya mau posting soal pengalaman teman tertipu penipu dr benua hitam…:D

    @ Mbak Nita:
    Saya menunggu postingannya. Semoga di tempat Mbak Nita nggak banyak pengelabu, kalaupun ada, jangan sampai mengelabui…

  31. 10 January, 2009 at 7:05 am

    wah sy suka sekali snack rasa susu muda. ngulumnya enak. jiakakaka

    @ Mas Ardyansah:
    Saya mau nyoba ah, bener apa enggak…

  32. 13 January, 2009 at 3:28 pm

    hancurkan kemasan, sebelum dibuang ke tong sampah..
    segera laporkan kepada saya…eiitss..pihak berwajib jika menemui kejanggalan di lapangan..lhoo

  33. 14 January, 2009 at 3:00 am

    Kalo itung2an matematika bisa dikelabui gak? Hehe

  34. 17 January, 2009 at 10:15 am

    jan2e kalo pada saling mengelabui ntar yang rugi juga diri sendiri…siapa mengelabui dia akan dikelabui…(bener nggak ya secara bhsa Indonesia…)

  35. ala
    17 January, 2009 at 10:16 am

    kapan ya kita bisa hidup di dunia yang gak ada kelabu-kelabuan…(apa meneh ini…)

  36. Rychan
    16 January, 2010 at 10:01 pm

    abu-abu terjadi karena adanya hitam campur putih, jadi selama masih ada hitam dan putih tentunya abu-abu tidak akan kehilangan keabu-abuannya…. ngaco suraco bin suraco ngaco….😆

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: