Menyambut Ramadhan Tahun Lalu
Tamu luar biasa, harus disambut anti biasa. Anti biasa persiapannya dan anti biasa pelayanannya. Anti biasa amalannya dan anti biasa pahalanya. Anti biasa ibadahnya dan anti biasa semangatnya. Di bulan ini, konon semua yang biasa menjadi anti biasa.
Yang biasa dugem, bulan ini gak lagi. Yang biasa pornoaksi, bulan ini dihindari. Yang biasa korupsi, InsyaAllah bulan ini prei. Yang biasa kekenyangan, bulan ini jatahnya dikurangi. Semoga yang biasa maksiat, gak cuman berhenti di bulan ini.
Agar dosa tak berlipat kuadrat Karena grafik khilaf tak selalu linier Ketika diagram kesalahan meningkat rata-ratanya
Saatnya mengetuk sisi hati para sahabat
Maka memaafkan menjadi elemen primer
Memohon maaf adalah rumus berikutnya
Jika saya biasa salah, mohon dimaafkan. Jika banyak yang salah datang kesini, sudah saya maafkan. Marhaban Yaa Ramadhan… Bulan yang Penuh Rahmat
Footnote :
Postingan ini dibuat oleh penulis kampung jengkol dalam waktu seperempat jam, lalu saya tambahi pernak-pernik.
Inilah komentarnya :
Seumur2 baru kale eneh mbikin tulisan nyang anti biasa (anti bauk jengkol mangsudnyah), dan ternyata, pusingnya luar biasa. *Gak lage-lage deh Pakkkkk… 


